Perubahan Sosial Di Desa Doropayung Pada Masa Pandemi Covid 19

Saya M. Agus Setiawan tinggal di Desa Doropayung Kecamatana Pancur Kabupaten Rembang. Sejak adanya pandemi covid19 banyak terjadi perubahan sosial di lingkungan masyarakat salah satunya di desa saya yaitu Desa Doropayung Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang. Covid19 atau lebih dikenal dengan corona merupakan virus yang sangat berbahaya karena mudah menular dan saat ini sudah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa tidak hanya di Indonesia namun seluruh penjuru dunia.

Dengan adanya pandemi covid19 desa saya juga menerapkan perubahan sosial baru yang tentunya demi kepentingan bersam. Walaupun sebenarnya perubahan tersebut tidak dikehendaki oleh masyarakat namun harus tetap diterapkan. Perubahan sosial yang diterapkan di Desa Doropayung yaitu anjuran menggunakan masker, selalu mencuci tangan,  saling menjaga jarak, dan tidak menimbulkan kerumunan.

Anjuran memakai masker didukung oleh aparat desa yaitu dengan membagikan masker gratis untuk warganya dengan mendatangi setiap rumah yang kemudian membagikan masker sejumlah orang yang tinggal di rumah tersebut. Menurut saya hal tersebut merupakan sosialisasi yang cukup baik karena dilihat dengan kurang paham dan pedulinya warga desa, maka dengan adanya masker gratis maka warga bisa menggunakan masker tanpa harus membeli. Namanya orang desa pasti suka dengan gratisan  kan. Masker yang diberikan diharapkan selalu digunakan warga ketika akan berpergian atau ketika akan melakukan suatu aktivitas di luar rumah. Seperti halnya ketika ada acara pengajian desa warga Desa Doropayung harus menggunakan masker dan sesuai dengan protokol kesehatan. Kenapa harus menggunakan masker? Karena virus covid19 akan rentan dan mudah terkena melalui saluran pernafasan yaitu hidung dengan menggunakan masker akan mengurangi resiko tertularnya virus tersebut.


Gambar tempat cuci tangan di depan rumah

Selain menggunakan masker anjuran lainnya yang sudah diterapkan di desa doropayung yaitu anjuran untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun. Protokol tersebut diterapkan dengan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di setiap depan rumah, toko atau warung, serta ditempat beribadah. Hal tersebut memiliki tujuan agar setiap orang yang berkunjung atau datang harus mencuci tangan terlebih dahulu karena kita tidak tahu apakah orang tersebut habis kontak fisik dengan orang yang terpapar dengan virus covid19 atau tidak. Dengan mencuci tangan menggunakan sabun maka tangan kita akan kembali bersih dari virus dan bakteri. Jadi jangan sering-sering pegang hidung dan matan ya kalau merasa tangannya habis megang sesuatu dan  belum mencuci tangan.

Dengan adanya pandemi ini dampak negatif juga dirasakan di desa saya yaitu ada beberapa warga yang harus diPHK sehingga kehilangan pekerjaan. Namun untungnya di desa Doropayung ada beberapa warga yang mendapat bantuan dari pemerintah berupa sembako sehingga warganya bisa saling tolong menolong. Rasa khawatir dan cemas juga dirasakan masyarakat desa Doropayung karena terdapat tetangga desa yang terpapar virus covid19 sehingga kewaspadaan harus sangat ditingkatkan. Sekarang yang harus kita semua lakukan selain waspada dan mentaati protokol kesehatan kita juga tidak boleh lupa untuk berdoa dan selalu memohon perlindungan dari Tuhan yang Maha Esa.


Penulis  Muhammad Agus Setiawan, siswa SMA N 1 PAMOTAN, kelas XII IPS 5, alamat doropayung, email tiyantiyun75@gmail.com


Komentar